Senin, 11 Oktober 2010

Bakti Sosial Tim Emergensi dan Disaster di Gunung Kelud Kabupaten Blitar

Pada tanggal 29 September 2007, aktifitas gunung Kelud kembali meningkat hingga status Level 3 (siaga). Aktifitas tersebut mengalami peningkatan secara bertahap hingga pada tanggal 16 Oktober 2007, status gunung Kelud dinaikkan menjadi level 4 (awas). Berdasarkan kondisi di atas, dipelopori oleh Unit Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang berkerjasama dengan berbagai elemen yang ada di Univeritas Brawijaya maupun diluar Universitas Brawijaya, maka terbentuklah Tim Emergensi dan Disaster Universitas Brawijaya.
Tim ini dibentuk dengan tujuan membantu masyarakat yang berada di area berbahaya gunung Kelud dalam bentuk mitigasi bencana dan penanganan pasca bencana. Sasarannya dalah Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
Dalam bakti sosial tersebut dilakukan survei di lokasi yang termasuk dalam jalur bencana dan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar. Setelah status AWAS diberlakukan pada tanggal 16 Oktober 2007 jam 23.30 Tim Emergensi dan Disaster Unibraw diberangkatkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unibraw. Lokasi Posko adalah di Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Tanggal 2 November 2007 Posko Tim Emergensi dan Disaster Unibraw dipindahkan ke Puskesmas Kecamatan Nglegok yang berjarak 500 meter dari tempat pengungsian. Tanggal 8 November 2007 status gunung kelud diturunkan menjadi SIAGA dan Tim Emergensi dan Disaster Unibraw yang berada di posko dipulangkan ke Unibraw Malang.
Pada bakti sosial tersebut Tim Emergensi dan Disaster secara rutin memberikan air bersih, melakukan pengobatan massal bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dan bekerjasama dengan Telkomsel dalam pengobatan massal.
Tim terdiri dari dokter, PPDS, perawat, mahasiswa (FKUB, Elang Biru, IMPALA Unibraw, KSR), ORARI, sopir, Malang Willis Club.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar