Pengelolaan sampah sampai saat ini masih jauh dari memadai. Akibatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, petugas, maupun pemerintah. Sampai saat ini masyarakat belum banyak dilibatkan dalam menangani sampah padahal rumah tangga adalah penghasil sampah yang utama dan kemampuan pemerintah untuk menangani masalah sampah masih terbatas. Di samping itu kesadaran masyarakat akan dampak kesehatan dan ekologis dari pengelolaan sampah yang kurang baik masih rendah. Kesadaran semua elemen masyarakat akan pentingnya memilah-milah sampah juga masih sangat rendah. Artinya komitmen masyarakat untuk mengolah sampah secara ramah lingkungan masih rendah. Pengelolaan sampah ramah lingkungan barangkali juga belum banyak dikenal oleh masyarakat.
Apabila kegiatan ini dapat terus bergulir nantinya diharapkan dapat memberi manfaat kepada pemerintah dengan menghemat dana untuk lahan TPA danpenggunaan truk. Bagi pasukan kuning program ini nantinya dapat mengurangi paparan sampah. Bagi masyarakat umum, bisa mendapatkan pupuk organik dengan murah dan lingkungannya menjadi bersih.
Pada program ini yang menjadi khalayak sasaran yang strategis adalah murid SMP, Karang taruna, ibu-ibu PKK. tokoh masyarakat, dan petugas kebersihan. Mereka dianggap merupakan kelompok yang keingintahuannya lebih banyak dan keinginan untuk menyebarkan ke lingkungan sekitarnya juga tinggi.
Pada prinsipnya terdapat 3 macam kegiatan yang dilaksanakan, yaitu:
1. Community Service :
Pemeriksaan, Pengobatan Gratis & Konsultasi gizi bagi masyarakat peduli masalah sampah
Pemberian Alat Pelindung Diri (APD) bagi Petugas kebersihan
2. Community Empowering :
Pelatihan Pembuatan Kompos & Pengelolaan Sampah
o Focus Group Discussion
o Studi Banding
Pelatihan pengelolaan TOGA
Pendampingan
3. Community Relation :
Lomba poster dan Kebersihan kelas
Publikasi melalui Malang Post
Hasil kegiatan
Dari FGD yang dilakukan pada 4 April 2007 dan 6 September 2007 didapatkan informasi bahwa kesadaran masyarakat akan masalah sampah masih rendah akan tetapi masyarakat mempunyai keinginan untuk mengetahui pengelolaan sampah ramah lingkungan ini. Masyarakat juga masih beranggapan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan biaya banyak.
Selanjutnya diadakan Pelatihan Pengolahan Sampah dan TOGA bagi siswa siswi SMPN 20 pada 6 September 2007. Peserta sangat antusias dengan banyak banyaknya pertanyaan saat peragaan pembuatan komposter sederhana dilakukan. Game-game yang dipandu oleh Tunas Hijau tampaknya mampu memeriahkan acara. Slide-slide yang berisi tentang dampak pencemaran baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang juga sangat menyita perhatian peserta. Peserta berkomitmen untuk menyampaikan hasil pelatihan ini kepada teman-temannya yang tidak ikut.
Pelatihan serupa juga diadakan bagi Tokoh Masyarakat, Karang Taruna, dan PKK pada 10-11 September 2007. Peserta sangat antusias mengikuti penyampaian materi dan praktek pembuatan komposter. Di akhir acara disepakati oleh semua peserta bahwa sebagai RW percontohan adalah RW 1 dan RW 2.
Untuk memantau keberhasilan program dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang pertama kali pada 6 November 2007. Dari kegiatan monev ini didapatkan hasil bahwa dari seluruh peserta yang hadir telah mensosialisasikan kegiatan pengolahan sampah. Pada kesempatan itu juga dibicarakan rencana Studi Banding ke Pusdakota Surabaya dan dibagikan komposter dan TOGA. Masing-masing RW mendapatkan 1 komposter dan 1 pot tanaman rosemeri. Sedangkan RW 1 dan RW 2 masing-masing mendapatkan 15 komposter, 15 pot rosemeri, dan 1 pot Zodia.
Untuk memantapkan hasil pelatihan maka dilakukan Studi Banding Tim Pengabdian Masyarakat FKUB dan Warga Bunul Rejo Kec. Blimbing Kota Malang ke PUSDAKOTA – UBAYA Surabaya pada 10 Nopember 2007. Studi Banding ini bertujuan untuk melihat, belajar, serta membandingkan secara langsung pengelolahan sampah terpadu & pemanfaatan tanaman TOGA yang sudah dilakukan masyarakat rungkut Lor dengan pendampingan dari Pusdakota Ubaya Surabaya. Pendampingan yang sudah berjalan 7 tahun tersebut berhasil memberdayakan masyarakat. Area yang dulunya kering, tandus, kotor, kumuh, tak terawat dan menjadi langganan banjir kini menjadi bersih, hijau dan bebas dari banjir. Dalam acara tersebut perwakilan masyarakat Bunul Rejo sangat antusias mengikuti program. Mereka berjanji akan mengupayakan program pengelolahan sampah ini disosialisasikan ke seluruh elemen warga dan segera mengaplikasikan program tersebut di masyarakat. Tokoh Masyarakat dan karang taruna akan berperan sebagai motor penggerak.
Sebagai reward bagi masyarakat yang peduli sampah maka pada 11 November 2007 diadakan Pemeriksaan, Pengobatan Gratis dan Konsultasi Gizi. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 100 warga. Pada kesempatan itu juga dibagikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pasukan kuning di wilayah kelurahan Bunul Rejo.
Sasaran siswa juga tidak kalah pentingnya. Pada 15 Desember 2007 dilakukan Monitoring dan Evaluasi di SMPN 20. Dari kegiatan ini tampak terdapat perubahan lingkungan di SMPN 20. Keranjang sampah yang memisahkan sampah kering dan basah mulai terpasang di beberapa halaman kelas.
Dari kegiatan monitoring evaluasi 2 yang dilaksanakan di RW 1 dan RW 2 kelurahan Bunulrejo didapatkan hasil bahwa warga yang menerima komposter telah melakukan proses komposting terhadap sampah organik yang dihasilkan rumah tangga masing-masing. antusiasme warga terhadap kegiatan ini sangat besar. Salah seorang bapak ketua RT peserta pelatihan dan studi banding dapat menjadi pelopor (kader) kegiatan ini. Kesuksesan kegiatan pengabdian masyarakat di RW 2 ditunjukkan antara lain dengan adanya semangat kader untuk mencoba beberapa tehnik komposting.
Untuk lebih membudayakan kepedulian pada masalah sampah maka pada 29 Desember 2007 diadakan Lomba Poster dan Kebersihan Kelas di SMPN 20. Selanjutnya mereka dapat berperan sebagai agent of change di keluarganya masing-masing. Lomba poster bertema Problematika Sampah, dan TOGA ini diikuti siswa- siswi kelas VII dan VIII. Lomba Kebersihan Kelas dimenangakan oleh Kelas ....sebagai juara I dengan hadiah Kotak P3K besar, Alat kebersihan kelas, serta 2 KOMPOSTER besar & manualnya. Sedangkan Juara II adalah Kelas... dengan hadiah Kotak P3K kecil, Alat kebersihan kelas, serta 1 KOMPOSTER besar & manualnya.
Untuk lomba poster dimenangkan oleh kelas VII D, Kelas VII A, dan Kelas VIII E. Pemenang mendapatkan Piagam Penghargaan yang ditandatangani Ketua Tim Penmas FKUB, uang sejumlah (Rp.100.000,- - Rp.300.000,-), serta souvenir kaos FKUB 3 buah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar