BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi yang diamanatkan kepada para staf pengajar selain kegiatan pendidikan dan pengajaran, serta penelitian. Kendati kegiatan utama di perguruan tinggi adalah pendidikan – pengajaran akan tetapi kegiatan yang lain juga perlu dialokasikan secara berimbang. Dengan demikian apa yang diharapkan dalam Tri Darma Perguruan tinggi dapat tercapai.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat khususnya yang tinggal di sekitarnya. Tak jarang perguruan tinggi dianggap sebagai menara gading karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan perguruan tinggi kurang menyentuh dan memberi dampak positif atau nilai tambah pada masyarakat di sekitarnya.
Dari kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan terjadi transfer of knowledge, technology, and skill dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Sebaliknya, perguruan tinggi juga bisa mendapatkan transfer pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan dari masyarakat sehingga bisa dikembangkan lebih baik lagi. Lebih jauh lagi, kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat melahirkan sinergi antara masyarakat dan perguruan tinggi untuk mengatasi masalah yang berkembang di masyarakat.
Idealnya kegiatan pengabdian masyarakat bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri dan terlepas dari kegiatan pendidikan dan penelitian. Kegiatan staf pengajar di bidang pendidikan dapat memperkaya pengetahuan, ketrampilan, dan kepekaannya untuk diaplikasikan di bidang penelitian. Dari kegiatan penelitian dapat hasilnya dapat mematangkan staf pengajar dalam bidang pendidikan dan mengaplikasikannya dalam pengabdian masyarakat. Dan dari pengabdian masyarakat akan ditemukan realita di masyarakat yang dapat menjadi bahan penelitian dan pendidikan – pengajaran.
Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Brawijaya mempunyai potensi yang sangat besar dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Saat ini fakultas yang terdiri dari Program Pendidikan Dokter, Program Studi Ilmu Keperawatan, dan Program Studi Ilmu Gizi telah menghasilkan banyak karya di bidang pendidikan – pengajaran dan penelitian baik yang dilakukan oleh staf pengajar maupun oleh mahasiswanya. Karya-karya tersebut dapat menjadi data dasar untuk dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada kenyataannya potensi yang besar tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh staf pengajar dan mahasiswa yang ada di lingkungan Fakultas Kedokteran. Kegiatan pengabdian masyarakat seringkali dianggap sebagai kegiatan yang terlepas dari kegiatan pendidikan-pengajaran dan penelitian, dan bukan sebagai kegiatan yang saling mendukung. Sehingga kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi yang ada menjadi kurang efisien dan efektif. Terciptanya sinergi antara masyarakat dan perguruan tinggi menjadi jauh dari harapan.
Seyogyanya Fakultas Kedokteran dapat mengambil peran yang lebih besar lagi dalam membantu mengatasi masalah kesehatan terutama yang terjadi di Malang Raya dan sekitarnya. Kegiatan pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat baik yang dilakukan oleh staf pengajar maupun mahasiswa mestinya dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah kesehatan khususnya yang ditemui di wilayah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota malang, dan Kota Batu).
2. Tujuan
Buku ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat yang efektif, efisien, dan bermutu.
3. Sasaran
Sasaran dari buku ini adalah seluruh staf pengajar di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
BAB II
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Mengacu pada visi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yaitu Menjadi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang Terkemuka dan Bertaraf Internasional, maka visi Unit Pengembangan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya adalah Menjadi lembaga pengabdian masyarakat bidang kedokteran dan ilmu kesehatan yang terkemuka dan bertaraf internasional.
Mengacu pada misi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yaitu Merintis Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Terkini serta Bermutu maka misi Unit Pengembangan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya adalah merintis kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkini serta bermutu.
2.2. Tujuan dan Target
2.2.1. Tujuan Umum
Tercapainya hasil penyelenggaraan pengabdian masyarakat fakultas di bidang kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan untuk dimanfaatkan bagi pengembangan ilmu, pendidikan, serta pelayanan kepada masyarakat yang menjadi stakeholdernya.
2.2.2. Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan sensitifitas staf pengajar, mahasiswa, dan masyarakat dalam menemukan masalah kesehatan
2. Mendapatkan data dan dokumentasi tentang masalah kesehatan yang ada dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya
3. Mendapatkan data tentang potensi penanggulangan masalah kesehatan
4. Meningkatkan kerjasama dengan beberapa pihak terkait untuk menanggulangi masalah kesehatan
5. Menumbuhkan munculnya gagasan baru dan kreatif dalam menyelesaikan masalah kesehatan
6. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan masyarakat tentang masalah kesehatan
7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan
8. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan
9. Menyediakan tempat bagi staf pengajar dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosial
10. Mendapatkan data mengenai dampak program yang dijalankan terhadap masalah kesehatan
11. Mendesiminasikan pengalaman dan hasil kegiatan kepada pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kerjasama dan integrasi program
2.2.3. Target :
1. Meningkatnya partisipasi staf pengajar dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat
2. Terlaksananya program
3. Terwujudnya kerjasama lintas sektor
4. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketahui masyarakat umum
5. Tersusunnya dokumentasi hasil kegiatan dan masalah kesehatan
6. Masyarakat peka terhadap masalah kesehatan
7. Masyarakat merasakan kegiatan pelayanan dan pengembangan masyarakat yang dilakukan Tim pengabdian masyarakat
8. Terwujudnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat
2.3. Sasaran
1. Meningkatnya jumlah dan mutu pengabdian kepada masyarakat baik dalam pendidikan maupun pelayanan kepada masyarakat di bidang kedokteran dan kesehatan.
2. Menjadi pelopor pemberdayaan kader kesehatan desa dalam penanganan kedaruratan medik tingkat dasar.
2.4. Kebijakan
Pengembangan Corporate Social Responsibility (CSR), kepekaan social dan peran aktif fakultas dalam menyelesaikan permasalahan kedokteran dan kesehatan di masyarakat.
2.5. Grand Strategy
Meningkatkan Mutu Pengabdian Masyarakat yang Bertaraf Internasional dengan cara menjadikan FKUB sebagai pelopor pemberdayaan kader kesehatan desa dalam penanganan kegawat-daruratan kesehatan tingkat dasar
2.6. Strategi
1. Pendidikan kepada masyarakat yang dimaksudkan memberikan pembelajaran, ilmu dan ketrampilan kepada masyarakat agar dapat memberdayakan diri dalam berbagai aspek kedokteran dan kesehatan, khususnya dalam aspek pencegahan, promotif, serta kedokteran keluarga.
2. Pelayanan kepada masyarakat yang dimaksudkan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam aspek kuratif dan bantuan penanganan kedokteran dan kesehatan daerah bencana.
2.7. Program
Secara operasional program pengabdian masyarakat di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dikelompokkan menjadi dua (2) yaitu :
1. Program Bersama
Program ini melibatkan perwakilan staf pengajar dari berbagai laboratorium dan jurusan terkait
Tema dari program ini ditentukan berdasarkan kesepakatan tim inti UPPM setelah dikonsultasikan dengan pimpinan FKUB
Penanggung jawab dari kegiatan ini akan ditentukan melalui rapat yang melibatkan perwakilan staf pengajar dari berbagai laboratorium dan jurusan terkait
2. Program Laboratorium/ Jurusan
Program ini melibatkan staf pengajar dari laboratorium/ jurusan tertentu saja
Tema dari program ini ditentukan berdasarkan kesepakatan tim laboratorium/ jurusan pengusul
Penanggung jawab dari kegiatan ini adalah salah satu staf pengajar dari laboratorium/ jurusan pengusul
2.8. Kegiatan
2.8.1. Bidang Kegiatan
Sesuai dengan misi organisasi maka kegiatan-kegiatan dapat dirangkum dalam 2 bidang yaitu :
a. Penelitian Masyarakat (Community Study)
Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjang kegiatan pengembangan masyarakat baik dalam perencanaan maupun evaluasi.
Penelitian akan difokuskan terlebih dahulu pada 3 bidang kajian seperti dalam perumusan masalah.
b. Pengembangan Masyarakat (Community Development)
Kegiatan-kegiatan untuk pengembangan masyarakat terutama dimaksudkan untuk tercapainya perilaku sehat yang berkelanjutan. Karena itu program bersama atau program laboratorium/ jurusan yang diusulkan hendaknya mencakup kegiatan-kegiatan berikut :
1. Pelayanan Masyarakat (Community Services)
Pelayanan kepada masyarakat dimaksudkan sebagai kegiatan public outreach untuk lebih memperkenalkan keberadaan, visi, dan misi kegiatan ini kepada masyarakat luas baik yang menjadi sasaran langsung maupun bukan sasaran langsung dari kegiatan.
Kegiatan ini dapat juga diadakan dalam rangka memperingati hari-hari yang berhubungan dengan kesehatan, serta hari besar nasional/ daerah.
Pelayanan masyarakat ini dapat berupa :
a. Pencegahan primer :
• Vaksin
• Pemberian Makanan Tambahan
• Pemberian Lipiodol
• Pemberantasan Sarang Nyamuk
b. Pencegahan sekunder (tindakan kuratif )
• Screening/ Pemeriksaan gratis
• Pengobatan massal
• Khitanan massal
• Operasi katarak gratis
• Operasi bibir sumbing gratis
2. Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowering)
Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya. Kegiatan-kegiatan ini meliputi :
• Pelatihan
• Pendampingan masyarakat
• Pembentukan kader dari kalangan masyarakat setempat
• Kunjungan lapangan bagi masyarakat
• Studi banding bagi masyarakat
3. Community Relation
Kegiatan ini berkaitan dengan pengembangan kesepahaman yang dilakukan melalui komunikasi dan informasi kepada pihak-pihak terkait. Kegiatan ini dapat juga diadakan dalam rangka memperingati hari-hari yang berhubungan dengan kesehatan, serta hari besar nasional/ daerah.
Kegiatan ini meliputi :
• Penyuluhan kesehatan baik secara langsung kepada masyarakat ataupun melalui media informasi
• Konsultasi publik
2.8.2. Sifat Kegiatan
• Lintas program
Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan berbagai disiplin ilmu dari berbagai program studi yang ada di Fakultas Kedokteran
• Lintas sektor
Berbagai dinas dan instansi terkait serta lembaga swadaya masyarakat dapat bekerjasama berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama
2.8.3. Sifat Bantuan dan Kerjasama
Dalam kegiatan pengabdian dan pengembangan masyarakat ini dapat diberikan bantuan sengan sifat sebagai berikut :
• Dalam kegiatan pengembangan masyarakat dalam bidang kesehatan yang dilakukan nantinya dapat diberikan bantuan non materiil yang bersifat asistensi, mediasi, dan konsultasi maupun bantuan materiil.
• Sedangkan dalam kegiatan penelitian dapat dilakukan konsultasi dan kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk melaksanakan penelitian kemasyarakatan.
2.8.4. Sasaran
Masyarakat Malang Raya
2.8.5. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mewakili komunitas kota, desa, pegunungan, dan pantai di wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Salah satu kecamatan akan dipilih untuk mewakili masing-masing wilayah sebagai lokasi kegiatan. Hal ini dimaksudkan supaya dapat dilakukan pemantauan dampak program dengan lebih baik. Diutamakan lokasi kegiatan ádalah kelurahan/ desa yang pernah disurvei oleh Tim Pengabdian Masyarakat FKUB yaitu :
1. Kabupaten Malang (33 kecamatan) :
a. Kecamatan Pantai : Kecamatan Bantur (Desa Srigonco), Kecamatan Donomulyo (Desa Donomulyo)
b. Kecamatan Pertanian Dataran Tinggi : Kecamatan Pujon (Desa Pandesari dan Desa Pujon Kidul),
c. Kecamatan Lingkar Kota Malang : Kecamatan Dau (Desa Mulyo Agung dan Desa Tegal Weru), Singosari (Desa Watugede, Desa Gunung Rejo, Desa Purwoasri) , Pakis Aji (Desa Glanggang, Desa Wonokerso, Desa Karang Duren),
d. Kecamatan Pertanian Dataran Rendah : Gondang Legi (Desa Karang Suko, Desa Kanigoro, Desa Gondang Legi Kulon), Sumber Pucung (Desa sumber Pucung, Desa Ternyang, Desa Karang Kates), Tumpang (Desa Nidal, Desa Kambingan, Desa Duwet Krajan), Lawang (Desa Wonorejo, Desa Ketindan, Desa Lawang)
2. Kota Malang (5 kecamatan pada 4 kelurahan) : Kelurahan Sukoharjo (Kecamatan Klojen), Kelurahan Bunulrejo (Kecamatan Blimbing), Kelurahan Sukun (Kecamatan Sukun), Kelurahan Tegalsari (Kecamatan Kedung Kandang)
3. Kota Batu (3 Kecamatan dipilih Kecamatan Bumiaji (Desa Gunungsari dan Desa Giri Purno)).
2.8.6. Peran Staf Pengajar dan Mahasiswa
Mahasiswa dapat ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dengan mendaftar terlebih dahulu lepada staf administrasi UPPM.
Staf Pengajar akan berperan sebagai pelaksana yang terlibat secara langsung dalam proses penyusunan proposal, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, monitoring, dan pelaporan hasil. Sedangkan mahasiswa dapat berperan membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
2.8.7. Usulan Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Usulan kegiatan pengabdian masyarakat dari Laboratorium/ Jurusan baik yang berupa program pemberdayaan maupun pelayanan yang masuk ke UPPM akan melalui tahapan sebagai berikut :
Sedangkan usulan kegiatan pengabdian masyarakat berupa program bersama yang berupa program pemberdayaan maupun program pelayanan akan melalui tahapan sebagai berikut :
Usulan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Divisi Pelayanan maupun Divisi Pendidikan dan Pelatihan baik yang berupa program pemberdayaan maupun program pelayanan akan melalui tahapan sebagai berikut :
2.8.8. Rencana Evaluasi Kegiatan
Evaluasi akan dilakukan baik terhadap program di lokasi kegiatan maupun terhadap kinerja Tim Pengusul/ Pelaksana Kegiatan
1. Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan ini akan dilakukan oleh Tim Pengusul/ Pelaksana Kegiatan sendiri bersama-sama dengan masyarakat di daerah pelaksanaan program. Periode monitoring dan evaluasi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Tim Pengusul/ Pelaksana Kegiatan dan masyarakat.
2. Evaluasi Formatif
Evaluasi ini berupa supervisi kegiatan oleh reviewer.
3. Evaluasi Sumatif
Evaluasi ini berupa presentasi laporan hasil kegiatan di hadapan reviewer.

..
BalasHapus