Penyakit jantung koroner dan stroke menjadi penyakit yang mematikan nomor satu di dunia dan di Indonesia, penyakit ini sudah menjadi pembunuh nomor satu sejak tahun 1986. Penyakit Jantung Koroner dan stroke termasuk dalam penyakit kardiovaskuler. Kardiovaskuler sendiri berarti jantung dan pembuluh darah. Sebelumnya, infeksi sebagai penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia. Tetapi dengan antibiotik dan pengembangan kebersihan lainnya, penyakit jantung koroner dan stroke yang kemudian menonjol.
Tujuan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan VI (PKB) Kardiovaskuler ini adalah:
1. Untuk memahami hubungan antara penelitian dasar dan klinik yang akhirnya dapat bermanfaat bagi penderita-penderita kardiovaskuler.
2. Untuk menjembatani antara dunia kedokteran dengan perkembangan mutakhir di bidang kardiovaskuler.
3. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan VI sebagai sarana untuk berdiskusi dengan pakar, membahas kasus-kasus yang terkait dengan kegawat kardiovaskuler.
Pelaksanaan pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) pada tanggal 10 Maret 2007 dengan tema “Management of Acute Coronary Syndrome with Methabolic Disorders”.
Moderator dalam acara simposium I adalah Dr.Sasmojo Widito, SpJP dengan tema Up Date on The Management of Acute Coronary Syndrome, sedangkan Dr.Dadang Hendrawan, SpJP(K)FIHA dengan tema Beyond Combination Treatment in Hyperstensive Patients.
Moderator dalam simposium II adalah Dr.Pawik Supriadi, SpJP(K) FIHA dengan tema Beta Blokers in Chroni Hearts Failure : From Evidence Based Medicine to Clinical Acceptance, Prof.Dr.Djanggan Sargowo, SpPD.SpJP(K) FIHA FACC dengan tema Optimal Lipid Treatment for Reducing CV Risk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar